BURU,Malukubisa.net-Pemerintah Kabupaten Buru terus mendorong percepatan pembangunan rumah subsidi sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat. Dalam program tersebut, Kabupaten Buru memperoleh alokasi sebanyak 300 unit rumah tipe 36 untuk masyarakat.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buru, Muhamad Iksan Albram. ST saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026), mengatakan seluruh tahapan persiapan program telah dilakukan secara maksimal. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pendataan calon penerima manfaat, hingga penetapan lokasi pembangunan dan koordinasi dengan pihak pengembang.
“Di Kabupaten Buru ada program strategis nasional pembangunan tiga juta rumah. Kami mendapat jatah 300 unit rumah tipe 36 dan seluruh persyaratan sudah kami laksanakan, mulai dari sosialisasi sampai penetapan lokasi pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut sebenarnya telah berjalan sejak tahun lalu. Namun hingga kini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 50 unit rumah dari total target yang direncanakan.
Ia menjelaskan, pembangunan rumah subsidi dilakukan melalui kerja sama dengan pengembang PDN tanpa menggunakan sistem kontrak dari pemerintah daerah. Selama ini, proses pembangunan masih mengandalkan pendanaan mandiri dari pihak pengembang.
“Pengembang bekerja menggunakan dana mereka sendiri. Pemerintah daerah tidak menggunakan sistem kontrak dalam pembangunan ini,” jelasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Buru berharap adanya dukungan dari sektor perbankan guna membantu pembiayaan pembangunan rumah yang tersisa. Dukungan tersebut dinilai penting agar program rumah subsidi dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat segera memiliki akses terhadap fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Oleh karena itu, kami berharap ada kerja sama dari pihak bank untuk membantu pembiayaan pembangunan sisa rumah, sehingga program rumah subsidi ini bisa segera direalisasikan dan masyarakat dapat mengakses KPR,” tambahnya.
Pemerintah daerah optimistis, jika dukungan pembiayaan dapat terealisasi, program rumah subsidi ini tidak hanya mempercepat pembangunan hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi backlog atau kekurangan kebutuhan rumah bagi masyarakat di Kabupaten Buru.(D.S)














