Example floating
Example floating
Example 728x250
PemerintahanPemkot Ambon

Bodewin Tegaskan Pendidikan Musik Harus Hidup Kembali di Sekolah

22
×

Bodewin Tegaskan Pendidikan Musik Harus Hidup Kembali di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,Malukubisa.Net-Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk menghidupkan kembali pendidikan musik di sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Hal tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri kegiatan musik yang berlangsung di Pattimura Park Ambon, Senin (31/8/2026).

Example 300x600

Menurut Bodewin, musik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kota Ambon. Karena itu, pengembangan bakat dan kemampuan bermusik harus dilakukan sejak usia dini melalui lingkungan pendidikan.

Ia menilai, berbagai jenis musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di Ambon merupakan kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.

“Musik merupakan bagian dari identitas kita sebagai orang Ambon. Karena itu, tanggung jawab kita bersama adalah menjaga, melestarikan dan membudayakan musik agar tetap hidup di tengah-tengah masyarakat,” ujar Bodewin.

Bodewin mengatakan, predikat Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang ditetapkan UNESCO tidak boleh berhenti sebagai sebuah kebanggaan atau sekadar pengakuan internasional.

Menurutnya, status tersebut harus menjadi motivasi untuk membangun ekosistem musik yang kuat, terutama dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat mereka.

“Pengakuan sebagai Kota Musik Dunia bukan sekadar kebanggaan. Ada tanggung jawab besar yang harus kita jalankan. Kita harus memastikan pengakuan ini terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.

Untuk itu, Bodewin meminta jajaran Pemerintah Kota Ambon memastikan kembali pelaksanaan kurikulum musik di sekolah-sekolah.

Ia menegaskan tidak boleh ada alasan yang membuat pendidikan musik berhenti atau tidak berjalan maksimal.

“Sekot, ini perintah. Tidak ada lagi alasan. Apa pun masalahnya, segera cari solusi dan pastikan kurikulum musik terus berjalan di sekolah-sekolah di Kota Ambon,” tegasnya.

Bodewin bahkan memberikan waktu satu bulan kepada Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta pihak terkait untuk mencari solusi dan memastikan program pendidikan musik dapat kembali berjalan secara maksimal.

“Beta kasih waktu satu bulan dari sekarang. Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan semua pihak harus duduk bersama, cari solusi, dan pastikan kurikulum musik terus berjalan,” ujarnya.

Ia menilai, pembinaan musik sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Ambon.

Dari proses pembinaan yang konsisten, kata Bodewin, diharapkan akan lahir musisi-musisi muda Ambon yang mampu tampil bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.

“Kota Musik Dunia ini bukan narasi dan bukan sekadar pengakuan. Ini harus menjadi motivasi kita untuk melakukan berbagai hal agar 10 sampai 20 tahun ke depan dari kota ini lahir musisi-musisi hebat yang mampu mengisi panggung nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Selain pendidikan musik, Bodewin juga mendorong pengembangan musik tradisional sebagai kekuatan budaya Kota Ambon. Ia berharap berbagai kegiatan musik dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus membangun karakter.

Menurutnya, musik tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga mengajarkan nilai kebersamaan, disiplin, kerja sama dan kemampuan mengendalikan ego.

“Tidak ada harmoni yang tercipta kalau masing-masing punya ego. Tidak ada harmoni yang tercipta kalau satu mau lebih dari yang lain,” katanya.

Karena itu, Bodewin mengajak generasi muda menjadikan musik sebagai sarana untuk belajar bekerja sama, menghargai orang lain, menahan ego dan menciptakan harmoni.

“Anak-anak harus belajar memaknai hidup melalui musik. Bekerja sama, tahan ego, ciptakan harmoni. Dari situ mereka bisa belajar untuk menjadi lebih baik dan berhasil,” tandasnya.

Bodewin berharap penguatan pendidikan dan pembinaan musik dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, generasi muda Kota Ambon pada 2045 tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku utama dalam pembangunan dan mewujudkan Indonesia Emas.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *