Ambon,malukubisa.net/-Menjelang Peringatan HUT Kota Ambon yang ke-450 pada 7 September mendatang, Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon menggelar lomba kebersihan dan kerapihan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.
Ketua DWP Kota Ambon Sartje Sapulette, bersama para juri selaku perwakilan dari LSM, Dinas Kebersihan dan anggota Dharma Wanita Ambon.
“Jadi dari lomba kebersihan bukan sekadar mencari pemenang, tetapi lebih pada upaya membangun budaya kerja sehat dan produktif,” ujar Ketua DWP Kota Ambon kepada sejumlah media usai melakukan penilaian.
Sartje tak menampik jika ruangan jarang dibersihkan kalau tidak ada lomba.
“Kadang kita lihat, kalau tidak ada lomba, ruangan jarang dibersihkan. Dengan adanya kegiatan ini, setiap OPD termotivasi menjaga kebersihan dan kerapihan ruangannya. Bahkan ada ruangan yang sebelumnya kotor, kini sudah terlihat bersih dan terawat. Kami bersyukur karena OPD mendukung program ini,” imbuhnya.
Sartje juga mengakui kondisi infrastruktur pada beberapa OPD masih perlu perhatian pemerintah, seperti kebocoran atap hingga kerusakan fasilitas lainnya.
Ia berharap hasil penilaian dapat menjadi masukan kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekretaris Kota Ambon untuk perbaikan sarana kerja ke depan maupun rencana pemidahan kantor Pemkot bisa terlaksana.
Diwaktu yang sama Ketua Panitia Lomba, Lenorce Tasso/Manusiwa menambahkan bahwa, penilaian terhadap OPD dimulai hari ini dan akan berlangsung selama tiga hari. Total ada 23 OPD akan dinilai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh panitia.
Menurut Lenorce, Penilaian dibagi menjadi dua kategori, yaitu OPD yang berada di dalam Balai Kota dan yang di luar Balai Kota. Hal Ini dikarenakan kondisi dan fasilitasnya berbeda, seperti penggunaan toilet bersama dan keterbatasan ruang hijau bagi OPD di dalam Balai Kota.
kegiatan ini ujar Lenorce, merupakan bagian dari kebijakan Pemkot Ambon yang dipercayakan kepada Dharma Wanita untuk pelaksanaannya, dengan harapan dapat menjadi kegiatan tahunan dalam menyambut HUT kota Ambon.
Dijelaskan Lenorce, Lomba ini menekankan pada tiga aspek utama, yaitu kebersihan, kerapihan, dan pengelolaan lingkungan kerja. Penilaian meliputi kerapihan jendela, kebersihan ruang kerja, halaman kantor, hingga pengelolaan sampah.
Ditambahkan, Salah satu indikator penting yang dinilai adalah upaya pengurangan sampah plastik, seperti penggunaan dispenser air minum untuk menggantikan air kemasan sekali pakai.
Kami lihat apakah di kantor sudah tersedia tempat minum seperti dispenser. Kalau belum, itu bisa menimbulkan banyak sampah plastik. Ini juga menjadi salah satu poin penilaian, ujar Lenorce.
Dengan sistem penilaian yang terbagi antara OPD dalam dan luar Balai Kota lanjut Lenorce, panitia akan memberikan enam penghargaan—masing-masing juara 1, 2, dan 3 untuk kedua kategori.
Setiap OPD sebut Lenorce, nantinya juga akan diberikan penilaian zona: zona hijau, kuning, atau merah, sebagai bentuk evaluasi terhadap kebersihan dan kerapihan kantor mereka.
Ia berharap lomba ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun, agar budaya hidup bersih dan tertib terus tumbuh di kalangan ASN Pemkot Ambon.












