Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemkot Ambon

Perkuata Literasi AI untuk Guru di Era Smart City, MAFINDO Maluku Gaet Pemkot Ambon dan Kwarcab Pramuka

9
×

Perkuata Literasi AI untuk Guru di Era Smart City, MAFINDO Maluku Gaet Pemkot Ambon dan Kwarcab Pramuka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ambon,malukubisa.net/-Transformasi digital yang berlangsung begitu cepat menuntut seluruh sektor, terutama pendidikan, untuk beradaptasi dengan inovasi terbaru. Salah satu teknologi yang paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir adalah kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Mulai dari penyusunan materi ajar, manajemen kelas, penilaian otomatis, hingga pembuatan media pembelajaran interaktif, AI kini menjadi bagian integral dalam dunia pendidikan modern.

Merespons kebutuhan tersebut, Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Maluku berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Ambon menggelar pelatihan literasi AI bagi para guru. Kegiatan berlangsung di Balai Pemerintah Kota Ambon pada Kamis (4/12/2025).

Example 300x600

Pelatihan ini diikuti oleh guru dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA sederajat, pembina Pramuka, serta staf Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo Sandi) Kota Ambon. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pendidikan menghadapi era Smart City.

Dalam sambutannya, Asisten I Pemerintah Kota Ambon, Edwin Pattikawa, yang mewakili Wali Kota Ambon, menegaskan bahwa inisiatif MAFINDO sejalan dengan visi Ambon Smart City. Menurutnya, pembangunan kota pintar tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM agar mampu memanfaatkan inovasi secara optimal.

“Ambon Smart City bukan sekadar membangun sistem digital. Yang terpenting adalah membangun masyarakat yang adaptif, cerdas, dan mampu menggunakan teknologi dengan bijak,” tegas Pattikawa.

Ia menambahkan, guru merupakan garda terdepan dalam membentuk kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Karena itu, peningkatan literasi digital—khususnya literasi AI—menjadi langkah strategis agar transformasi digital benar-benar hadir dalam praktik pendidikan.

Koordinator MAFINDO Maluku, R. Leikawa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional AI Goes to School (AIGTS) yang dilaksanakan serentak di 44 kota sepanjang 2025. Program ini dirancang untuk membekali pendidik dengan kemampuan memahami, mengadaptasi, sekaligus mengawasi penggunaan AI di lingkungan sekolah.

“Kami bersyukur MAFINDO Maluku mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kominfo Sandi. Dukungan luar biasa juga diberikan oleh Ketua Kwarcab Pramuka Kota Ambon. Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, dan ke depan kami berharap kolaborasi ini terus diperluas dengan program-program inovatif lainnya,” ujar Leikawa.

teknik mendeteksi keaslian karya siswa di tengah maraknya penggunaan mesin AI.

Leikawa menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat pemberdayaan.

“Mari kita jadikan AI sebagai alat untuk memperkuat, bukan melemahkan; alat untuk mencerdaskan, bukan memecah belah,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam literasi digital dan pencegahan disinformasi, MAFINDO juga menekankan aspek etika dalam penggunaan AI. Penggunaan AI tanpa pemahaman memadai dapat menimbulkan penyebaran informasi keliru, plagiarisme otomatis, hingga ketergantungan teknologi.

identifikasi konten manipulatif seperti deepfake, yang kini semakin mudah dibuat.

Guru diharapkan dapat mengawasi dan mengarahkan siswanya agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab.

Keterlibatan Kwarcab Pramuka Kota Ambon menjadi nilai tambah penting. Sebagai organisasi pembinaan karakter generasi muda, Pramuka memiliki peran strategis dalam memperluas literasi digital hingga ke ruang-ruang nonformal.

Pembina Pramuka yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menyebarluaskan pemahaman AI kepada anggota gugus depan, sehingga literasi digital tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga merambah kegiatan kepanduan.

Pelatihan AI ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam membangun masa depan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Kolaborasi antara MAFINDO, Pemkot Ambon, dan Pramuka menunjukkan bahwa transformasi digital membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Leikawa berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju program berkelanjutan.

“Kami berharap sinergi ini terus dijaga dan ditingkatkan melalui berbagai program inovatif di masa depan,” tutupnya.

Dengan meningkatnya literasi AI di kalangan guru, Ambon semakin siap melangkah sebagai kota cerdas yang dibangun oleh masyarakat yang kritis, berdaya, dan cakap digital.

 

 

Example 300250
Example 120x600