Example floating
Example floating
Example 728x250
PemerintahanPemkot Ambon

Era Baru Transparansi Media di Ambon: Diskominfo Luncurkan SLABER, Tinggalkan Cara Lama Berbasis Kertas

3
×

Era Baru Transparansi Media di Ambon: Diskominfo Luncurkan SLABER, Tinggalkan Cara Lama Berbasis Kertas

Sebarkan artikel ini
0-3840x2160-0-0-{}-0-24#
Example 468x60

AMBON,Malukubisa.net-22 April 2026 – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Ambon resmi menggeber transformasi digital dalam tata kelola informasi publik. Melalui peluncuran aplikasi inovatif bernama SLABER (Sistem Lapor Berita), pemerintah kota menargetkan efisiensi kerja sama dengan media massa sekaligus membuka lebar pintu transparansi administrasi.

Langkah ini diambil sebagai respons tegas terhadap tantangan birokrasi masa lalu yang masih bergantung pada tumpukan dokumen fisik. Kepala Diskominfo, Ronald Rekransy, menyebut SLABER sebagai “game changer” dalam ekosistem pers di Ambon.

Example 300x600

“Kita sedang menutup bab administrasi manual. Ke depan, seluruh pelaporan akan bermigrasi penuh ke sistem digital. Tidak ada lagi ketergantungan pada dokumen cetak yang lambat dan rentan hilang,” ujar Rekransy dengan optimis saat memperkenalkan aplikasi tersebut.

Satu Platform untuk Semua Kebutuhan Media

Dengan SLABER, proses administrasi yang sebelumnya rumit kini disederhanakan menjadi beberapa klik saja. Aplikasi terintegrasi ini memungkinkan rekan-rekan media untuk mengunggah segala kebutuhan—mulai dari profil perusahaan hingga bukti tayang laporan publikasi—dalam satu atap digital.

“Teman-teman media kini cukup mengunggah link berita dan dokumen pendukung secara daring. Prosesnya jauh lebih cepat, mudah, dan memangkas waktu tunggu yang tidak perlu,” jelas Rekransy.

Lebih dari sekadar alat bantu administratif, SLABER dirancang sebagai instrumen akuntabilitas. Sistem ini memastikan setiap rupiah anggaran kerja sama dapat dipantau secara real-time, menjamin bahwa kolaborasi antara pemerintah dan media benar-benar memberikan dampak nyata bagi publik.

“Semua jejak digital bisa dipantau dan dievaluasi. Ini adalah bentuk komitmen kami agar kerja sama berjalan transparan, bersih, dan sesuai regulasi,” tambahnya.

Monitoring Kinerja dan Mitra Kritik yang Sehat

Bagi Diskominfo, SLABER juga berfungsi sebagai dasbor monitoring cerdas. Pemerintah kini dapat menilai kinerja publikasi media secara berkala dan memastikan setiap perjanjian kerja sama terlaksana dengan baik.

Meski mengusung sistem ketat, Rekransy menegaskan bahwa pemerintah tetap merangkul peran media sebagai pilar keempat demokrasi. Ia mengajak seluruh insan pers untuk beradaptasi dengan teknologi baru ini demi menciptakan ekosistem informasi yang modern.

“Ini adalah masa adaptasi. Kami berharap semua pihak bisa segera menyesuaikan diri dan memanfaatkan fitur SLABER secara maksimal,” imbaunya.

Rekransy juga menekankan sikap terbuka pemerintah terhadap kritik konstruktif. “Kami sama sekali tidak anti-kritik. Justru, kami menginginkan media menjadi mitra strategis yang menyampaikan informasi akurat dan berimbang kepada masyarakat.”

Dengan hadirnya SLABER, Diskominfo Ambon optimis bahwa pengelolaan informasi publik akan semakin tertata rapi. Langkah ini bukan hanya soal digitalisasi, melainkan fondasi kuat untuk mendukung pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang lebih luas, cepat, dan berkualitas.

 

 

Example 300250
Editor: M
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *