Example floating
Example floating
Example 728x250
PemerintahanPemkot Ambon

Pelajar Ambon Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Bullying di Sekolah

26
×

Pelajar Ambon Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Bullying di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,Malukubisa.Net-Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak terus dilakukan Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa (DP3MD).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melibatkan pelajar secara langsung dalam kampanye pencegahan perundungan atau bullying melalui Lomba Sosialisasi Anti Bullying Tingkat SMP se-Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (29/8/2026).

Example 300x600

Kepala DP3MD Kota Ambon, Meggy M. Lekatompessy, S.STP., M.Si., mengatakan keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut penting karena anak-anak tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pemahaman tentang bahaya bullying perlu ditanamkan sejak dini. Perundungan, baik secara verbal, fisik maupun melalui media sosial, dapat memberikan dampak terhadap rasa percaya diri dan perkembangan anak.

“Anak-anak harus diberikan ruang untuk menyampaikan pesan positif kepada teman-temannya. Mereka dapat menjadi pelopor dalam mencegah bullying dan menciptakan suasana sekolah yang saling menghargai,” ujar Meggy.

Dalam lomba tersebut, para peserta dari sejumlah SMP di Kota Ambon tampil menyampaikan pesan-pesan edukasi tentang bahaya bullying, pentingnya menghormati sesama, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan keberanian, kreativitas dan kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan kampanye perlindungan anak.

DP3MD Kota Ambon berharap pesan yang disampaikan para peserta tidak berhenti sebatas perlombaan. Nilai-nilai anti perundungan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan pergaulan.

Meggy menegaskan, menciptakan sekolah bebas bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan pemerintah. Peran orang tua, pelajar dan seluruh warga sekolah sangat dibutuhkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

“Pencegahan bullying membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak. Mari bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif dan ramah bagi setiap anak,” tandasnya.

Melalui kegiatan tersebut, DP3MD Kota Ambon mendorong lahirnya lebih banyak pelajar yang berani bersuara, peduli terhadap sesama dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan sekolah bebas perundungan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *