AMBON,Malukubisa.net-Pemerintah Kota Ambon menyatakan dukungan penuh terhadap inklusi dan literasi keuangan, khususnya dalam penerapan transaksi pembayaran non tunai yang dilaksanakan oleh lembaga jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan melalui Bank Indonesia.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang dikonfirmasi wartawan di ruang ULA Balai Kota Ambon, Senin (20/4/2026), mengungkapkan bahwa terdapat tiga lokasi yang dijadikan role model penerapan transaksi pembayaran non tunai melalui QRIS.
“Tiga tempat tersebut yaitu Ruang Terbuka Air Salobar, Ruang Terbuka Hijau Amahusu, dan Ruang Terbuka Hijau Pantai Wainitu,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ambon memberikan peluang dan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan sistem transaksi keuangan, baik tunai maupun non tunai.
“Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Ambon memberikan peluang dan kesempatan kepada para UMKM untuk mengembangkan usaha mereka lewat transaksi keuangan,” kata Wattimena.
Menurutnya, masyarakat yang berkunjung ke tiga lokasi tersebut dapat melakukan dua metode pembayaran.
“Ada dua cara pembayaran, yaitu tunai maupun non tunai. Bila masyarakat datang untuk berbelanja di tiga tempat tersebut, pembayaran bisa dilakukan secara cash maupun melalui QRIS,” jelasnya.
Wattimena juga menyoroti sejumlah keunggulan dari sistem pembayaran non tunai, di antaranya faktor keamanan serta kemudahan dalam mengikuti perkembangan teknologi digital.
“Keunggulan pembayaran non tunai yakni lebih aman, dan juga mengajak masyarakat untuk mengetahui perkembangan teknologi pembayaran secara digital,” ungkapnya.
Lebih lanjut, khusus untuk kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu, pemerintah memberikan kepercayaan kepada komunitas anak muda untuk mengelola dan mengembangkan potensi usaha di lokasi tersebut.
“Untuk RTP Wainitu, Pemerintah Kota Ambon menyerahkan kepada komunitas anak-anak muda untuk mengembangkan peluang usaha, dengan maksud mengajak masyarakat memanfaatkan peluang yang ada di tempat tersebut,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Wattimena berharap para pengelola UMKM di ketiga lokasi tersebut dapat berkembang dengan baik, seiring dengan penerapan transaksi non tunai yang berjalan lancar.
“Kita berharap pengelola UMKM yang ada di tiga tempat tersebut bisa bertumbuh dan dikelola dengan baik, dan transaksi non tunai juga bisa berjalan lancar,” tutupnya.













