E
AMBON – Bank Indonesia bersama Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Ambon menggelar sosialisasi sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta akuisisi merchant QRIS bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Ambon. Turut hadir Deputi Bank Indonesia Perwakilan Maluku, Dicky Rachmat Afriyanto, pimpinan perguruan tinggi negeri, pelaku UMKM, perwakilan perbankan, serta sejumlah pegawai di lingkup Pemerintah Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Toisutta menyampaikan bahwa UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Selain menjadi penyedia lapangan kerja terbesar di sektor jasa, UMKM juga berperan penting dalam mengurangi pengangguran, memberdayakan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi produk-produk lokal.
“Peran UMKM sangat besar dalam mengentaskan kemiskinan. Karena itu, sektor ini harus terus dikembangkan dan didorong agar semakin kuat dan berdaya saing,” ujar Toisutta.
Ia juga menyinggung transformasi digital yang tengah berlangsung di Indonesia, khususnya dalam sistem pembayaran berbasis teknologi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.
Menurutnya, QRIS telah mengubah metode transaksi dari sistem tunai menjadi non-tunai yang lebih efisien, cepat, mudah, murah, dan aman. Sistem pembayaran digital ini juga mampu menghubungkan pedagang tradisional dengan ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
“Melalui QRIS, setiap transaksi tercatat secara digital sehingga memudahkan pelaku usaha dalam mengelola arus kas. Selain itu, pelaku UMKM tidak perlu lagi menyediakan uang kembalian serta dapat terhindar dari risiko uang palsu maupun pencurian,” jelasnya.
Lebih lanjut Toisutta menambahkan bahwa Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pengembangan UMKM melalui 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025–2029. Salah satunya adalah program penyediaan lapangan kerja melalui kemudahan investasi, pengembangan UMKM, bantuan modal usaha, serta akses kerja bagi penyandang disabilitas.
Pemkot Ambon juga mendukung penguatan UMKM dengan menyediakan ruang usaha serta bantuan sarana boot kontainer bagi pelaku UMKM di Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu.
Selain itu, pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif juga terus didorong. UMKM diintegrasikan dengan sektor lain seperti musik, seni, dan budaya untuk menciptakan pusat ekonomi baru di ruang-ruang publik Kota Ambon.
Pengelolaan ruang terbuka publik tersebut dilakukan oleh Tim Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Publik Kota Ambon (Terakota). Pembentukan tim ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong peran generasi muda di sektor industri kreatif.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para pelaku UMKM di Kota Ambon semakin memahami dan memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS, sehingga dapat meningkatkan efisiensi transaksi serta memperluas peluang usaha,” pungkas Toisutta.













