Example floating
Example floating
Example 728x250
Polda MalukuPolresta Ambon

Tanamkan Disiplin dan Akhlak Pelajar, Wakapolres SBB Tekankan Bahaya Kenakalan Remaja di SMA Negeri 2

58
×

Tanamkan Disiplin dan Akhlak Pelajar, Wakapolres SBB Tekankan Bahaya Kenakalan Remaja di SMA Negeri 2

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kairatu,Malukubisa.net-Polres Seram Bagian Barat (SBB) terus memperkuat kedekatan dengan dunia pendidikan melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik). Salah satunya dengan hadir sebagai Inspektur Upacara di sekolah-sekolah setiap hari Senin.

Pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 07.00 WIT, Wakapolres SBB Kompol Pieter F. Matahelumual, S.H., M.H. bertindak selaku Inspektur Upacara di SMA Negeri 2 Seram Bagian Barat, Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat.

Example 300x600

Upacara dihadiri Kapolsek Waisarissa Ipda Steven Ette, S.H., Kepala SMA Negeri 2 SBB Rileks Titabano,S.Pd.,M.Pd., Kanit Binmas Polsek Waisarissa, dewan guru, staf tata usaha, dan ratusan siswa-siswi.

Dalam amanatnya, Kompol Pieter menekankan pentingnya akhlak di atas kepintaran. Ia mengingatkan siswa untuk membiasakan disiplin, patuh aturan sekolah, menghormati guru, dan menjaga perilaku di sekolah maupun di masyarakat.

“Anak-anak sekalian boleh menjadi pintar, tetapi memiliki akhlak, budi pekerti, etika, dan sopan santun adalah suatu keharusan,” tegasnya.

Wakapolres juga mengingatkan bahaya kenakalan remaja, perkelahian, kekerasan, narkoba, dan minuman keras termasuk sopi yang dapat merusak masa depan dan menjerat hukum. Ia mengutip Kitab Taurat kelima tentang pentingnya menghormati ayah dan ibu.

“Apabila terlibat dalam permasalahan hukum, bukan hanya diri sendiri yang akan menanggung akibatnya, tetapi juga orang tua dan keluarga yang ikut merasakan kesedihan,” ujarnya.

Di akhir amanat, ia berpesan agar siswa tetap rendah hati, saling menghargai, dan tidak merasa paling hebat. “Sesama teman harus baku keku, jangan baku kuku,” pesannya yang disambut antusias siswa.

Ia menutup amanat dengan motivasi, “Do the best as you can and let it go. Lakukan yang terbaik semampu kalian, teruslah berusaha, dan serahkan hasilnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Kapolsek Waisarissa, Ipda Steven Ette mengatakan kegiatan Polidik bertujuan membangun kedekatan Polri dengan lingkungan sekolah serta meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya kedisiplinan dan pencegahan kenakalan remaja.

Kegiatan upacara berlangsung aman, tertib, dan lancar.(**)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perempuan Ditemukan Tewas di Muara Wai Ruhu, Polisi Selidiki Penyebab Kematian POLRESTA PULAU AMBON DAN P.P. LEASE – Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan di Muara Sungai Wai Ruhu, tepatnya di bawah Jembatan Merah Putih, Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (18/05/2026) dini hari. Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang pengemudi Maxim bernama Markus Lappi sekitar pukul 04.30 WIT saat melintas di kawasan tersebut. Saat hendak buang air, saksi melihat tubuh korban dalam posisi tengkurap di muara sungai dan segera melaporkan kejadian itu ke Pos PRC Dit Samapta Polda Maluku. Kapolsek Sirimau IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd mengatakan, korban ditemukan mengenakan kaos lengan panjang warna coklat dan celana panjang bermotif bunga. Posisi tubuh korban sebagian berada di daratan dan sebagian lainnya masih berada di dalam air. “Mendapat laporan warga, personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta proses evakuasi sambil menunggu Tim Identifikasi Polresta Ambon,” jelas Kapolsek. Tim Identifikasi Polresta Ambon tiba di lokasi sekitar pukul 07.51 WIT dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal terhadap korban. Selanjutnya jenazah dibawa ke ruang jenazah RS Bhayangkara Tantui Ambon untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter RS Bhayangkara Tantui, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban meninggal kurang dari dua jam sebelum ditemukan warga. Dari pemeriksaan identitas sementara menggunakan perangkat Tim Identifikasi, korban diketahui bernama Tuti Rahmawati Souwakil (31). Namun pihak kepolisian masih mendalami keabsahan identitas dan alamat korban. Informasi dari warga sekitar menyebutkan korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan. Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara Tantui Ambon, sementara aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan dan bukti guna mengungkap penyebab meninggalnya korban.
Polresta Ambon

Ambon,Malukubisa.net-Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan di…