Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemprov Maluku

Parade Kebaya Ambon Jadi Tonggak Pelestarian Budaya, PIM Maluku Bidik WBTb dan Rekor MURI

36
×

Parade Kebaya Ambon Jadi Tonggak Pelestarian Budaya, PIM Maluku Bidik WBTb dan Rekor MURI

Sebarkan artikel ini
0-3840x2160-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;illum:5 scene:0 humanIn:2;
Example 468x60

AMBON,Malukubisa.Net-Parade Kebaya Ambon yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku resmi menjadi langkah awal gerakan pelestarian budaya daerah. Melalui kegiatan yang dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Sabtu (25/7/2026),

PIM Maluku menegaskan komitmennya menjadikan Kebaya Ambon sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sekaligus menargetkan pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada penyelenggaraan tahun depan.

Example 300x600

Ketua DPD PIM Provinsi Maluku, Rimaniar Julindra, mengatakan Parade Kebaya Ambon tidak sekadar menjadi perayaan Hari Kebaya Nasional dan Hari Anak Nasional, tetapi merupakan awal dari gerakan budaya yang akan digelar secara berkelanjutan setiap tahun.

“Kami ingin Kebaya Ambon dikenal lebih luas, tidak hanya di Maluku, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional. Parade ini menjadi langkah awal untuk mengusulkan Kebaya Ambon sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ujar Rimaniar.

Ia menjelaskan, dipilihnya momentum Hari Kebaya Nasional yang dipadukan dengan Hari Anak Nasional memiliki makna penting karena generasi muda merupakan penerus yang akan menjaga keberlangsungan budaya Maluku.

“Anak-anak adalah estafet budaya. Mereka harus diperkenalkan sejak dini dengan wastra daerah agar tradisi dan identitas budaya Maluku tetap hidup dari generasi ke generasi,” katanya.

Rimaniar menambahkan, Parade Kebaya Ambon akan menjadi agenda tahunan DPD PIM Maluku. Bahkan, seluruh DPC PIM di 11 kabupaten/kota akan didorong menyelenggarakan kegiatan serupa dengan menampilkan wastra khas daerah masing-masing sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Selain pelestarian budaya, PIM Maluku juga telah menyiapkan sejumlah program lanjutan, di antaranya workshop budaya Maluku, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Ketua Panitia Parade Kebaya Ambon, Alwiyah Fadlun Alaydrus, mengaku antusiasme masyarakat jauh melampaui target panitia.

Awalnya, panitia hanya menargetkan sekitar 500 peserta. Namun, parade berhasil menghimpun lebih dari 3.000 peserta yang berasal dari organisasi perempuan, instansi pemerintah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.

“Persiapannya memang cukup singkat, tetapi sambutan masyarakat luar biasa. Bahkan hujan tidak menyurutkan semangat peserta untuk tetap mengikuti parade,” ujarnya.

Alwiyah juga memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa M. Wattimena, yang berhasil mengoordinasikan sekitar 1.500 anak PAUD bersama para orang tua sehingga turut memeriahkan parade budaya tersebut.

Untuk pelaksanaan tahun depan, DPD PIM Maluku menargetkan Parade Kebaya Ambon mampu mencatatkan Rekor MURI dengan menghadirkan ribuan peserta yang mengenakan satu model Kebaya Ambon sebagai identitas budaya Maluku.

Menurutnya, keseragaman model kebaya menjadi salah satu syarat penting agar pengajuan rekor sekaligus upaya penguatan identitas budaya dapat dilakukan secara maksimal.

Selain itu, PIM Maluku juga tengah mengidentifikasi jenis Kebaya Ambon yang akan diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sehingga memperoleh pengakuan resmi sebagai salah satu kekayaan budaya khas Maluku.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *