AMBON,Malukubisa.net-Tensi politik di internal Partai Golkar Kota Ambon kian memanas seiring berjalannya hitung mundur pendaftaran bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Panitia Seleksi (Pansel) menegaskan bahwa jendela kesempatan masih terbuka lebar hingga batas waktu yang ditentukan, membantah spekulasi liar mengenai kepastian “calon tunggal” sebelum proses resmi ditutup.
Steven Risakotta, yang juga sebagai calon ketua DPD Golkar Kota Ambon, secara tegas meminta seluruh pihak, termasuk media, untuk menahan diri dari kesimpulan prematur. Ia menekankan bahwa demokrasi partai harus dihormati hingga detik terakhir.
“Proses pendaftaran dibuka dari 25 hingga 27 April. Selama keran belum ditutup, kita tidak bisa mengklaim adanya calon tunggal. Kita harus menunggu hingga batas akhir. Jika tidak ada pendaftar baru, barulah fakta berbicara,” ujar Steven di Ambon, Senin (27/4/2026).
Meski menolak label calon tunggal saat ini, Steven mengakui bahwa peta dukungan untuk salah satu kandidat potensial sudah terbentuk cukup solid. Kandidat tersebut dikabarkan telah mengantongi dukungan dari lima kecamatan serta organisasi sayap partai, baik yang bersifat pendiri maupun yang didirikan kemudian.
“Dukungan memang sudah terkonsolidasi dari level kecamatan dan ormas. Itu fakta di lapangan. Namun, sebagai organisasi demokratis, kami tetap membuka ruang bagi kader lain yang memenuhi syarat untuk mendaftar. Semua punya peluang sampai garis finis,” jelasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan halus bagi siapa pun yang mencoba merekayasa proses atau menciptakan narasi sepihak sebelum waktu resmi berakhir.
Di balik dinamika pemilihan ketua, Golkar Ambon memiliki agenda besar yang lebih substansial: pemulihan elektabilitas. Steven menyoroti target konkret untuk Pemilu mendatang, yakni meningkatkan perolehan kursi legislatif yang sebelumnya tergerus.
“Saat ini kita memegang tiga kursi. Target kami jelas: naik menjadi empat, bahkan lima kursi. Ini bukan sekadar angka, tapi bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Golkar di Kota Ambon,” tegas Steven.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Steven menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan mampu menyatukan seluruh elemen kader di lima Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di kota itu. Menurutnya, kemenangan dalam pemilihan ketua DPD hanyalah langkah awal; tantangan sesungguhnya adalah memenangkan hati rakyat melalui kerja keras di akar rumput.
“Kita butuh pemimpin yang bisa menggerakkan mesin partai secara maksimal di setiap dapil. Persatuan kader adalah kunci untuk memperkuat gerbong Golkar ke depan,” pungkasnya.
Dengan sisa waktu pendaftaran yang tipis, mata publik kini tertuju pada apakah akan ada kejutan berupa munculnya kandidat pesaing, ataukah konsolidasi dukungan yang ada akan berujung pada aklamasi atau calon tunggal yang sah secara prosedural.














