Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Aha Poput” Masjid Quba Al-Bayyan dan Jejak Kepedulian Gubernur Hendrik Lewerissa di Negeri Seith

78
×

Aha Poput” Masjid Quba Al-Bayyan dan Jejak Kepedulian Gubernur Hendrik Lewerissa di Negeri Seith

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ambon, Malukubisa.Net-“Jumat, 4 Juli 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi masyarakat Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Di tanah yang kaya akan sejarah, adat, dan nilai-nilai keagamaan itu,

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turut mengambil bagian dalam prosesi pemasangan atap masjid Quba Al Bayyan-Hautuna, sebuah momentum yang bukan sekadar pekerjaan fisik pembangunan rumah ibadah, melainkan simbol tumbuhnya harapan dan persatuan masyarakat.

Example 300x600

Dalam bahasa Seit, pemasangan atap dikenal dengan istilah “Aha Poput”. Sebuah istilah sederhana, namun mengandung makna yang dalam. Atap adalah pelindung, peneduh, dan penyatu seluruh bagian bangunan. Ketika atap dipasang, sebuah bangunan mulai menampakkan kesempurnaannya. Ia menjadi tanda bahwa cita-cita yang dibangun bersama perlahan mendekati kenyataan.

Aha Poput pada Masjid Quba Al Bayyan bukan hanya tentang kayu, seng, atau konstruksi bangunan. Ia adalah puncak dari gotong royong, doa, keringat, dan keikhlasan masyarakat yang sejak awal berjuang menghadirkan rumah ibadah yang layak bagi generasi kini dan masa depan. Setiap paku yang tertancap dan setiap lembar atap yang terpasang menjadi saksi bahwa pembangunan sejati selalu lahir dari kebersamaan.

Kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam prosesi tersebut memberikan pesan kuat bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari jalan, jembatan, atau gedung pemerintahan. Rumah-rumah ibadah yang menjadi pusat pembinaan moral dan spiritual masyarakat juga merupakan fondasi penting dalam membangun Maluku yang maju dan berkeadaban.

Masjid sejak dahulu bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT. Ia adalah pusat pendidikan, ruang musyawarah, tempat mempererat silaturahmi, serta benteng yang menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, setiap tahapan pembangunan masjid sesungguhnya adalah investasi sosial dan spiritual yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi.

Aha Poput mengajarkan bahwa sebuah bangunan akan kokoh jika seluruh bagiannya saling menopang. Begitu pula kehidupan bermasyarakat. Maluku akan semakin kuat ketika pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat berjalan dalam satu irama, saling menguatkan demi tujuan bersama.

Di bawah atap yang mulai terpasang itu, tersimpan harapan agar Masjid Quba Al Bayyan kelak menjadi pusat lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Menjadi tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat dalam semangat persaudaraan dan kebajikan.

Aha Poput di Negeri Seith akhirnya menjadi lebih dari sekadar tradisi pembangunan. Ia adalah pesan tentang persatuan, tentang kerja bersama, dan tentang keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan ketulusan akan berujung pada keberkahan.

Dari Negeri Seith, kita belajar bahwa membangun atap masjid sejatinya adalah membangun teduh bagi hati, harapan bagi umat, dan masa depan bagi Maluku.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *