Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten Buru

Umasugi, Kemajuan Zaman Tidak Boleh Menghapus Akar Budaya

3
×

Umasugi, Kemajuan Zaman Tidak Boleh Menghapus Akar Budaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buru,malukubisa.net/-Di tengah derasnya arus zaman, penghormatan terhadap leluhur, adat, dan nilai kekeluargaan harus tetap menjadi jangkar yang meneguhkan arah.

Dari Buton hingga Buru, ada benang merah sejarah dan kebersamaan yang tak mudah putus. Kedua daerah ini, dengan segala kekayaan adat dan tradisi, mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan tidak boleh menghapus akar budaya.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Buru ikram Umasugi menyampaikan rasa terima kasih mendalam, Ia menegaskan kembali pentingnya menjaga nilai persaudaraan, budaya, dan gotong royong — nilai-nilai yang menjadi denyut nadi kehidupan di Maluku dan Sulawesi Tenggara.

Sebuah pesan yang sederhana, namun menggema jauh ke relung makna: bahwa kemajuan sejati tidak lahir dari kompetisi, melainkan dari kolaborasi yang berakar pada kasih dan kearifan.

Kunjungan ini, pada hakikatnya, adalah perjalanan hati. Sebuah ziarah budaya yang mengingatkan kita bahwa negeri ini berdiri bukan hanya di atas tanah dan laut, tetapi di atas hubungan antar manusia yang dipersatukan oleh adat, iman, dan kasih sayang.

Semoga persaudaraan antara Buton dan Buru terus bersemi dalam keindahan. Semoga nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur menjadi cahaya penuntun bagi generasi mendatang — generasi yang tidak melupakan akar, meski tumbuh di langit kemajuan.

Karena pada akhirnya, seperti pepatah Buton yang bijak berkata:
“Adati mepoko sara, sara mepoko agama, agama mepoko lipu” —
Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan agama, agama bersendikan negeri.

Dan di sanalah kita belajar, bahwa persaudaraan sejati adalah warisan abadi yang tak lekang oleh waktu.(DS)

Example 300250
Example 120x600