Example floating
Example floating
Example 728x250
PemerintahanPemkot Ambon

Lisa Wattimena Minta Dasawisma Kembali Bergerak, Kesejahteraan Keluarga Jadi Prioritas

14
×

Lisa Wattimena Minta Dasawisma Kembali Bergerak, Kesejahteraan Keluarga Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,Malukubisa.net-Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Ambon, Lisa Wattimena, meminta seluruh pengurus TP PKK di tingkat kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan untuk mengaktifkan kembali kelompok Dasawisma guna memperkuat pendataan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Lisa dalam arahannya kepada pengurus TP PKK Kecamatan Nusaniwe, yang berlangsung di Kantor Kecamatan Nusaniwe, Senin (2/11/2026).

Example 300x600

Lisa menegaskan, Dasawisma memiliki peran strategis dalam menyukseskan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK karena menjadi ujung tombak gerakan pemberdayaan keluarga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program PKK tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi harus dilihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan tempat tinggal.

“Saya berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, membangun kebersamaan, memperkuat koordinasi, serta melaksanakan 10 Program Pokok PKK secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Lisa.

Ia mengingatkan agar program PKK tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau sekadar memenuhi kebutuhan administrasi dan laporan. Sebaliknya, setiap program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan perubahan nyata bagi kehidupan keluarga.

Dasawisma Jadi Sumber Data Keluarga

Lisa menjelaskan, keberadaan Dasawisma sangat penting karena kadernya berada paling dekat dengan masyarakat. Melalui kelompok tersebut, kondisi keluarga dapat diketahui secara langsung, mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan anak, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, hingga kebutuhan bantuan sosial.

Karena itu, ia meminta seluruh pengurus TP PKK memberikan perhatian serius terhadap pembinaan dan pengaktifan kelompok Dasawisma di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai Dasawisma hanya tercatat dalam struktur kepengurusan, tetapi tidak menjalankan perannya di tengah masyarakat. Dasawisma harus benar-benar hidup, aktif, dan menjadi penggerak kegiatan PKK di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Lisa mengungkapkan, sejak awal menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Ambon, dirinya telah menyampaikan kepada Wali Kota Ambon mengenai pentingnya mengaktifkan kembali Dasawisma. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemerintah kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan.

Namun, berdasarkan peninjauan langsung ke lapangan, masih ditemukan kelompok Dasawisma yang belum aktif menjalankan fungsinya.

Kondisi tersebut, menurut Lisa, perlu segera dibenahi agar pendataan keluarga dapat dilakukan secara maksimal dan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan maupun menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

“Jika Dasawisma aktif, pemerintah juga akan lebih mudah memperoleh data keluarga yang akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan, pendataan yang belum optimal berpotensi menyebabkan adanya warga yang membutuhkan bantuan, tetapi belum terjangkau oleh program pemerintah.

“Jangan sampai bantuan hanya diberikan kepada orang-orang yang itu-itu saja, padahal masih ada warga yang membutuhkan dan belum pernah mendapatkan bantuan. Melalui Dasawisma, kondisi masyarakat dapat diketahui dengan lebih baik sehingga penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran,” jelas Lisa.

Pelaksanaan Program PKK Harus Menjangkau Keluarga

Lebih lanjut, Lisa menekankan bahwa pelaksanaan 10 Program Pokok PKK harus menjangkau setiap keluarga, bukan hanya berhenti pada tingkat kecamatan, desa, negeri, atau kelurahan.

Ia meminta agar data keluarga diperbarui secara berkala dan digunakan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan masyarakat. Dengan demikian, program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, kader PKK harus berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada keluarga, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial.

Beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian meliputi kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, pendidikan anak, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Lisa juga mengingatkan bahwa tanggung jawab mengaktifkan Dasawisma tidak boleh hanya dibebankan kepada kader di tingkat bawah. Ketua TP PKK kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan harus memastikan setiap kelompok memperoleh pembinaan serta menjalankan tugasnya dengan baik.

PKK Diminta Turun Langsung Pantau Posyandu

Selain Dasawisma, Lisa turut menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap wilayah.

Ia meminta pengurus TP PKK mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, negeri, dan kelurahan untuk aktif melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu.

Menurutnya, keberadaan Tim Pembina Posyandu perlu didukung dengan keterlibatan aktif TP PKK untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya meminta agar monitoring kegiatan Posyandu dilakukan secara langsung. Jangan hanya menunggu laporan, tetapi lihat bagaimana pelayanan dilaksanakan, bagaimana kader menjalankan tugasnya, bagaimana partisipasi masyarakat, serta apa saja kendala yang dihadapi,” ujarnya.

Lisa menegaskan, pemantauan tersebut bukan untuk mengambil alih tugas Tim Pembina Posyandu, melainkan memperkuat koordinasi dan memastikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti.

Ia berharap kegiatan monitoring dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya ketika ada kunjungan dari TP PKK Kota Ambon atau saat berlangsungnya kegiatan seremonial.

“Monitoring harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sinergi Pemerintah dan PKK Tingkatkan Kesejahteraan

Lisa menambahkan, gerakan PKK tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah dan pihak terkait. Oleh sebab itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, negeri, kelurahan, serta perangkat daerah harus terus diperkuat.

Setiap persoalan yang ditemukan melalui Dasawisma maupun Posyandu diharapkan menjadi perhatian bersama dan ditangani sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.

Ia juga meminta pengurus TP PKK Kecamatan Nusaniwe melakukan evaluasi secara berkala, memastikan seluruh program berjalan dengan baik, serta membangun budaya kerja yang aktif dan berorientasi pada hasil.

“Keberhasilan PKK tidak diukur dari banyaknya kegiatan atau lengkapnya struktur organisasi, tetapi dari sejauh mana kehadiran PKK membawa perubahan dan manfaat bagi keluarga,” ungkapnya.

Lisa berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat kebersamaan.

Ia mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk terus bekerja bersama pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berkualitas.

“Mari kita satukan langkah, satukan karya, dan terus bergerak bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas demi Ambon yang lebih baik,” tutup Lisa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *