NAMLEA,Malukubisa.Net-Polemik terkait status anak adat dan hak atas wilayah Gunung Botak kembali memanas. Sekretaris Koperasi Parusa Tanila Baru (PTB), Nico Nurlatu, yang juga mengaku sebagai turunan asli Laksalau dan anak adat Noro Pito Petuanan Kayeli, secara terbuka menantang Ibrahim Wael untuk melakukan tes DNA guna membuktikan asal-usul keturunannya.
Pernyataan tegas itu disampaikan Nico menanggapi berbagai klaim Ibrahim Wael yang selama ini menyatakan dirinya sebagai pihak yang berhak atas kawasan Gunung Botak dan wilayah adat Petuanan Kayeli.
“Saya sangat menyayangkan pernyataan Ibrahim Wael. Seharusnya dia terlebih dahulu berkaca dan melihat dirinya sendiri. Apakah benar dia anak adat Wael asli atau bukan? Jangan terus-menerus mengklaim bahwa Gunung Botak adalah miliknya tanpa dasar yang jelas,” tegas Nico Nurlatu, Rabu, (24/6/2026)
Menurut Nico, polemik mengenai status keturunan dan hak adat tidak bisa hanya didasarkan pada pengakuan sepihak. Karena itu, ia meminta adanya pembuktian yang objektif agar masyarakat mengetahui fakta yang sebenarnya.
“Saya minta Ibrahim Wael berani melakukan tes DNA. Dengan begitu publik dan masyarakat bisa mengetahui secara jelas apakah dia benar-benar turunan asli Wael yang memiliki hubungan dengan garis keturunan adat Petuanan Kayeli atau tidak,” ujarnya.
Nico menegaskan bahwa dirinya berasal dari garis keturunan Laksalau yang selama ini dikenal sebagai bagian dari struktur adat di kawasan Petuanan Kayeli. Karena itu, ia menilai setiap klaim yang berkaitan dengan hak adat harus dapat dipertanggungjawabkan secara historis maupun genealogis.
Lebih lanjut, Nico meminta agar persoalan adat tidak dijadikan alat untuk membangun opini yang berpotensi memecah belah masyarakat. Menurutnya, penyelesaian sengketa adat harus dilakukan melalui mekanisme yang dapat diterima semua pihak, baik melalui bukti sejarah, silsilah keluarga, maupun forum adat yang sah.
“Jangan sampai masyarakat terus disuguhi klaim-klaim sepihak. Jika memang merasa benar, mari kita buka semuanya secara terang-benderang agar tidak ada lagi polemik yang berkepanjangan,” katanya.
Pernyataan Nico Nurlatu tersebut diperkirakan akan menambah panas perdebatan mengenai status kepemilikan dan hak adat di kawasan Gunung Botak yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Buru.













