Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten Bursel

Bupati Buru Buka Musyda IX Pemuda Muhammadiyah, Dorong Lahirnya “Pemuda Negarawan” untuk Bupolo Berseri

500
×

Bupati Buru Buka Musyda IX Pemuda Muhammadiyah, Dorong Lahirnya “Pemuda Negarawan” untuk Bupolo Berseri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BURU,Malukubisa.net-Bupati Kabupaten Buru, Ikram Umasugi, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musyda) IX Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru, Selasa (26/5/2026).

Mengusung tema “Pemuda Negarawan untuk Bupolo Berseri”, forum tertinggi organisasi otonom Muhammadiyah itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, moralitas, dan pengabdian sosial.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Ikram Umasugi menegaskan bahwa konsep “negarawan” tidak boleh dipersempit hanya pada mereka yang menduduki jabatan politik formal. Menurutnya, seorang negarawan sejati adalah sosok yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, dan komitmen sosial yang kuat dalam mengabdi kepada masyarakat.

“Dalam konteks pembangunan modern, kita harus melakukan rekonstruksi konseptual. Pemuda negarawan adalah mereka yang memiliki kapasitas intelektual berbasis data, integritas moral yang menjunjung nilai-nilai profetik, serta komitmen sosial yang menjadikan gerakan sosial sebagai instrumen pengabdian, bukan ruang perebutan eksistensi,” tegasnya di hadapan ratusan kader dan tamu undangan.

Ia juga mengingatkan kader Pemuda Muhammadiyah agar mampu keluar dari jebakan groupthink atau psikologi kelompok, sehingga dapat menjadi jangkar sosial yang merekatkan kemajemukan masyarakat di Bumi Bupolo.

Dalam paparannya, Bupati menilai Kabupaten Buru memiliki potensi besar secara geopolitik dan geoekonomi, khususnya pada sektor pertanian, pertambangan, dan keberagaman budaya. Namun, menurutnya, kekayaan sumber daya alam tidak akan menjadi berkah tanpa tata kelola yang berbasis ilmu pengetahuan dan moralitas.

Untuk mewujudkan visi “Bupolo Berseri” — Bersih, Berbudaya, Sejahtera, dan Religius — Ikram menawarkan pendekatan pembangunan berkelanjutan melalui konsep Hexa-Helix, yakni sinergi enam elemen utama pembangunan: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, media, dan organisasi masyarakat sipil.

“Saya mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk tidak hanya menjadi penonton atau kritikus tanpa solusi. Jadilah mitra strategis pemerintah yang membawa sinergi berbasis ilmu pengetahuan. Jika daerah ini menghadapi tantangan ketahanan pangan, hadirkan ide pertanian modern. Jika menghadapi tantangan digitalisasi, jadilah motor penggerak literasi digital hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menaruh harapan besar agar Musyda IX mampu melahirkan tiga output substantif, yakni peta jalan gerakan organisasi yang adaptif terhadap era disrupsi teknologi, rekomendasi kebijakan yang objektif dan konstruktif bagi pemerintah daerah, serta terbentuknya kepemimpinan yang kolektif, inklusif, dan berorientasi pada kerja nyata.

Menutup sambutannya, Ikram mengutip pemikiran filsuf Muslim Ali Shariati tentang konsep Raushan Fikr atau “Sang Pemikir Tercerahkan”. Ia menantang kader Pemuda Muhammadiyah untuk menjadi episentrum intelektual yang mampu membaca arah zaman dan hadir membawa perubahan bagi masyarakat dengan semangat Fastabiqul Khairat.

Pembukaan Musyda IX tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buru, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Maluku, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Buru, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kalangan akademisi, serta delegasi peserta Musyda dari berbagai pimpinan cabang se-Kabupaten Buru.(D.S)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *