Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten Buru

Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi di Buru, Dandim 1506: Putus Mata Rantai Tengkulak dan Sejahterakan Petani

443
×

Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi di Buru, Dandim 1506: Putus Mata Rantai Tengkulak dan Sejahterakan Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

‎Buru.Malukubisa.net-Presiden Prabowo secara resmi meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional di seluruh Indonesia.

‎Lokasi Utama Acara peluncuran dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dipantau langsung secara daring oleh perwakilan koperasi di seluruh penjuru daerah yang disiarkan secara daring

Example 300x600

‎Untuk itu Program Koperasi Merah Putih di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan terus dipercepat sebagai langkah memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

‎Hal tersebut disampaikan Dandim 1506/Buru Letkol Inf. Heribertus Purwanto dalam keterangannya usai mengikuti , Sabtu (16/5/2026).

‎Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Buru H. Sudarmo, S.P., M.Si., Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Eliesar Selsily, Ketua DPRD Buru Bambang Langlang Buana, S.Pd., MM., Wakapolres Buru Selatan AKBP Andi P. Lorena, serta unsur Forkopimda Kabupaten Buru dan Buru Selatan.

‎Dalam keteranganya, Letkol Inf. Heribertus Purwanto menjelaskan, pemerintah menargetkan percepatan operasional Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Pada tahap awal, sebanyak 1.061 koperasi dijadwalkan mulai diluncurkan operasionalnya, sementara target nasional pada Juli 2026 mencapai 20.000 koperasi yang akan dioperasikan secara serentak di seluruh Indonesia.

‎“Untuk Kabupaten Buru, kami berharap pada bulan Juli seluruh gerai Koperasi Merah Putih yang sudah dibangun dapat mulai dioperasionalkan,” ujarnya.

‎Menurutnya, koperasi tersebut nantinya akan menjadi pusat perdagangan berbagai komoditas unggulan daerah yang berasal dari masyarakat setempat. Di wilayah dataran Waeyapo, komoditas seperti padi, jagung, dan sayur-sayuran akan menjadi fokus perdagangan koperasi.

‎Sementara itu, untuk wilayah pegunungan, hasil perkebunan seperti cengkeh dan pala juga diharapkan dapat dipasarkan melalui koperasi guna meningkatkan nilai jual hasil tani masyarakat.

‎Selain komoditas pertanian dan perkebunan, kebutuhan pokok masyarakat atau sembako juga akan menjadi bagian utama dari aktivitas perdagangan di Koperasi Merah Putih.

‎Dandim menegaskan, keberadaan koperasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai tengkulak yang selama ini mempengaruhi stabilitas harga hasil pertanian masyarakat.

‎“Ketika komoditas masyarakat dipusatkan melalui koperasi, maka harga jual dapat lebih stabil sehingga kesejahteraan petani bisa meningkat,” jelasnya.

‎Program Koperasi Merah Putih sendiri diharapkan menjadi solusi penguatan ekonomi kerakyatan, sekaligus membuka akses perdagangan yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Buru maupun Buru Selatan.(D.S)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *