Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten Buru

Terkait Informasi Speedboat Bawa Sianida, Ini Penjelasan KAPUS Kaiely

11
×

Terkait Informasi Speedboat Bawa Sianida, Ini Penjelasan KAPUS Kaiely

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buru,Malukubisa.net-Isu liar kembali mencuat dan menyeret nama Kepala Puskesmas Kaiely di Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru. Sebuah media online memuat tudingan serius bahwa speedboat milik Puskesmas Kaiely digunakan untuk mengangkut sianida dari Manado menuju kawasan pertambangan Gunung Botak. Tuduhan ini tidak hanya meresahkan publik, tetapi juga berpotensi mencemarkan nama baik institusi dan pribadi yang disebut.

Kepala Puskesmas Kaiely, Roslan Wally, dengan tegas membantah pemberitaan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang disebarkan sama sekali tidak berdasar dan jauh dari fakta. Bahkan, ia mempertanyakan validitas berita yang dimuat, sebab tidak didukung bukti visual maupun data konkret, seperti foto atau video penggunaan speedboat sesuai tuduhan.

Example 300x600

“Kalau tidak ada bukti, itu hanya opini yang dipaksakan menjadi berita. Tidak pantas dipublikasikan,” tegas Roslan.

Roslan juga mengungkapkan bahwa isu tersebut kemungkinan berasal dari pihak-pihak yang merasa tidak puas terhadap kebijakan internal puskesmas, termasuk penarikan kunci speedboat dari oknum yang sebelumnya menggunakannya. Kondisi demikian, menurutnya, sering memicu reaksi emosional yang kemudian berkembang menjadi penyebaran informasi keliru.

Sebagai pimpinan puskesmas, Roslan menegaskan bahwa seluruh fasilitas, termasuk speedboat, berada langsung di bawah kendalinya. Ia memastikan tidak ada penggunaan speedboat tanpa koordinasi resmi dengannya. Bahkan, sejak menjabat, speedboat tersebut tidak pernah digunakan untuk perjalanan ke Sulawesi maupun Manado—apalagi untuk membawa bahan berbahaya seperti sianida.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi dunia jurnalistik. Media memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan sebuah informasi. Pemberitaan yang keliru tidak hanya merugikan individu atau institusi yang diberitakan, tetapi juga dapat menimbulkan keresahan publik. Jurnalisme yang baik seharusnya mencerdaskan, bukan memprovokasi.

Klarifikasi dari Kapus Kaiely ini sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima, menafsirkan, dan membagikan informasi. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, akurasi tetap menjadi fondasi utama pekerjaan jurnalistik.

Dengan demikian, penting bagi seluruh insan pers untuk terus menjunjung tinggi kode etik, mengutamakan verifikasi, serta menghindari penyebaran isu yang tidak teruji kebenarannya. Kepercayaan publik terhadap media ditentukan oleh kualitas informasi yang disampaikan.(DS)

Example 300250
Example 120x600