Example floating
Example floating
Example 728x250
PemerintahanPemkot Ambon

Bunda PAUD Kota Ambon Pastikan MPLS Ramah Anak, Dorong Sekolah Wujudkan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

426
×

Bunda PAUD Kota Ambon Pastikan MPLS Ramah Anak, Dorong Sekolah Wujudkan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, Malukubisa.net – Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, melakukan pemantauan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di lima sekolah dasar di Kota Ambon, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan diterapkan secara optimal sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman, aman, dan menyenangkan.

Example 300x600

Pemantauan dilakukan di SD Negeri 3 Halong, SD Negeri 4 Halong, SD Negeri 2 Hative Besar, SD Negeri 4 Hative Besar, dan SD Negeri 1 Passo.

Lisa Wattimena menegaskan, pelaksanaan MPLS harus menjadi momentum bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, tanpa memberikan tekanan kepada peserta didik yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memantau pelaksanaan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kami berharap seluruh sekolah dasar di Kota Ambon dapat menerapkan gerakan ini dengan baik demi menciptakan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurut Lisa, Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan memiliki tiga fokus utama, yaitu menghapus tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat masuk sekolah, menyelenggarakan MPLS yang ramah dan menyenangkan, serta memperkuat enam kemampuan fondasi yang telah dibangun sejak anak berada di jenjang PAUD.

Ia menjelaskan, enam kemampuan fondasi tersebut menjadi bekal penting bagi anak untuk memasuki pendidikan dasar, termasuk pembentukan karakter, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, dan kesiapan belajar.

“Fokus utamanya adalah menghilangkan tes calistung, melaksanakan MPLS yang ramah anak, serta memperkuat enam kemampuan fondasi yang menjadi bekal anak memasuki jenjang sekolah dasar,” jelasnya.

Lisa menambahkan, keberhasilan masa transisi tidak hanya diukur dari kemampuan akademik anak, tetapi juga dari kenyamanan mereka saat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

“Anak-anak harus dapat menyesuaikan diri dengan senang dan gembira. Yang terpenting adalah mereka merasa nyaman dengan lingkungan baru sehingga dalam proses belajar mereka dapat menerima pelajaran dengan baik tanpa tekanan dari guru maupun orang tua,” katanya.

Selain mendorong sekolah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, Lisa juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.

“Hak anak bukan hanya memperoleh pendidikan formal di sekolah, tetapi pendidikan dalam keluarga juga sangat penting untuk membentuk mental dan karakter. Orang tua harus menjadi teladan yang baik serta memastikan anak bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga dengan pola asuh yang positif,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *