Ambon,malukubisa.net/-29 Oktober 2025–Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, Bapak Edwin S. Prihartanto, S.Pd., M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Provinsi Maluku pada Rabu (29/10/2025).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BPK Wilayah XX, Bapak Dody Wiranto, S.S., M.Hum., dan Kepala Subbagian Umum, Bapak Stenli R. Loupatty, S.Pd., bersama jajaran pejabat serta staf teknis bidang pelestarian kebudayaan.
Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin sinergi dan sinkronisasi program antara Pemerintah Kabupaten Buru dan BPK Wilayah XX dalam upaya pelestarian serta pemajuan kebudayaan daerah. Fokus utama pembahasan meliputi pengelolaan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb), serta penguatan kerja sama dalam bidang pelestarian Cagar Budaya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Paulus Koritelu, S.Sos., M.Si., akademisi dari Universitas Pattimura Ambon sekaligus Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Maluku. Dalam arahannya, beliau mendorong agar Kabupaten Buru segera membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Buru sehingga seluruh cagar budaya yang ada dapat ditetapkan secara berjenjang hingga ke tingkat nasional.
Dalam kesempatan itu, Bapak Edwin menyampaikan apresiasi atas dukungan BPK Wilayah XX terhadap berbagai inisiatif kebudayaan di Kabupaten Buru. Ia berharap, ke depan dapat terjalin kolaborasi yang lebih intensif dalam pengembangan data kebudayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan teknis bagi pelaku budaya lokal.
Sementara itu, Kepala BPK Wilayah XX, Bapak Dody Wiranto, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen BPK XX untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat langkah-langkah pemajuan kebudayaan di wilayah Maluku. Ia menambahkan, Pulau Buru memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan tradisi yang luar biasa sehingga perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Tim Ekspedisi Buru dari Organisasi Wanadri, yang memaparkan kegiatan bertema “Rediscover Buru” sebagai bagian dari upaya pengungkapan potensi alam, sosial, dan budaya Pulau Buru.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Buru, BPK Wilayah XX, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat pelestarian serta promosi warisan budaya daerah.(DS)












