AMBON,Malukubisa.net-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan coding dalam dunia pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat mengapresiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang terus mendorong transformasi digitalisasi pendidikan bagi para guru di Indonesia, termasuk Provinsi Maluku.
Sarlota menilai, program digitalisasi, AI, dan coding memberikan manfaat penting dalam memperkenalkan teknologi kepada guru dan peserta didik. Pemanfaatan teknologi secara cerdas dan santun diharapkan dapat mendukung akses informasi serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Yang pertama sekali, kita beri apresiasi untuk PGRI sebagai mitra Provinsi Maluku, mitra pemerintah dalam mengupayakan keberpihakan pendidikan bagi anak-anak melalui launching digitalisasi, kecerdasan AI, dan coding bagi seluruh pendidik di Indonesia, tetapi juga di Provinsi Maluku,” ujar Sarlota.
Ia menjelaskan, transformasi digitalisasi pendidikan membuka kesempatan bagi guru dan anak-anak untuk semakin dekat dengan teknologi serta memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran.
“Ini sangat bermanfaat sebab transformasi digitalisasi dan layanan pendidikan kali ini memberi kesempatan untuk guru dan anak-anak dekat dengan teknologi dengan cara cerdas, dengan cara santun mengakses informasi pendidikan dengan baik,” jelasnya.
Perluasan Program hingga Wilayah 3T
Dalam upaya menjangkau tenaga pendidik di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T), Sarlota menyampaikan bahwa PGRI tengah menyiapkan strategi pelatihan melalui program pengembangan trainer di seluruh Indonesia.
Program tersebut menargetkan pelatihan 10 ribu trainer sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam pemanfaatan teknologi AI dan coding.
“Ini strategi yang sementara diupayakan oleh PGRI. Ini program PGRI, sehingga mereka akan melatih 10 ribu trainer di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Sarlota, Provinsi Maluku akan berupaya mengadaptasi program tersebut melalui kolaborasi bersama PGRI, sehingga layanan pendidikan berbasis teknologi dapat menjangkau anak-anak di wilayah 3T.
“Mungkin Maluku kita akan adaptasi dalam kerja sama dengan PGRI supaya semua anak-anak di daerah 3T dapat terlayani dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, pemerataan pendidikan di wilayah 3T memerlukan kerja sama berbagai pihak, termasuk pelatihan intensif bagi guru agar mampu mengintegrasikan AI dan coding dalam pembelajaran.
“Tentu akan harus ada kolaborasi bersama untuk menggerakkan pendidikan di daerah 3T melalui pelatihan yang intensif bagi guru-guru yang mahir menggunakan teknologi AI dan coding dalam pembelajaran,” tutur Sarlota.
Guru Senior Didorong Terus Belajar
Sarlota juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik, termasuk guru senior, agar tidak menghindari perkembangan teknologi. Menurutnya, teknologi memiliki peran penting sebagai jembatan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan dan pengetahuan.
“Pesannya tidak boleh alergi dengan teknologi. Teknologi adalah jembatan utama untuk mendorong pencapaian mutu pendidikan dan pengetahuan dengan baik,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa guru perlu memiliki semangat belajar sepanjang hayat agar dapat terus beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan dalam dunia pendidikan.
“Sehingga ada guru yang sudah senior jangan alergi, tetap belajar, sebab pendidikan membutuhkan guru-guru yang belajar sepanjang hayat,” pungkasnya.












