AMBON,Malukubisa.net-Pemerintah Provinsi Maluku kembali membuka ruang untuk memperjuangkan Abdul Muthalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Maluku saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Benteng Victoria di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji menyampaikan aspirasi agar pemerintah kembali memperjuangkan tokoh tersebut untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Wakil Gubernur menegaskan, pemerintah selalu terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk perjuangan untuk mengangkat kembali nama Abdul Muthalib Sangadji dalam proses pengusulan Pahlawan Nasional.
“Pemerintah selalu membuka diri untuk menerima aspirasi. Perjuangan tokoh Maluku Abdul Muthalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional harus diperjuangkan oleh seluruh masyarakat Maluku,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku sebelumnya telah mengusulkan Abdul Muthalib Sangadji sebagai calon Pahlawan Nasional. Namun, usulan tersebut belum berhasil mendapatkan penetapan.
“Pemerintah Provinsi Maluku sudah mengusulkan Abdul Muthalib Sangadji untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku, tetapi belum berhasil,” jelasnya.
Menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan masyarakat tersebut, Wakil Gubernur memastikan akan segera melaporkan hal itu kepada Gubernur Maluku untuk dibahas kembali.
“Besok saya akan laporkan kepada Bapak Gubernur. Kita rapat ulang lagi, kita cari dokumen yang sudah diusulkan, kemudian kita usulkan lagi agar Abdul Muthalib Sangadji bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku,” tegasnya.
Ia juga menyebut keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam perjuangan tersebut. Bahkan, koordinasi telah dilakukan dengan jajaran Kodam XV/Pattimura untuk bersama-sama mendukung upaya yang diperjuangkan masyarakat.
Benteng Victoria dan Jejak Sejarah Ambon
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Maluku mengapresiasi pelaksanaan Festival Benteng Victoria yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Festival mengangkat tema “Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni”, yang dinilai sejalan dengan karakter Maluku sebagai rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai pulau, suku, agama, dan tradisi.
Ia menegaskan, Benteng Victoria bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi merupakan warisan budaya yang harus terus dirawat dan dilestarikan.
“Benteng ini adalah warisan yang harus terus dirawat, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh anak cucu di negeri Maluku,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Festival Benteng Victoria juga membuka kembali pengetahuan masyarakat mengenai sejarah awal berdirinya benteng tersebut.
Ia mengungkapkan, Benteng Victoria ternyata dibangun oleh Portugis, bukan Belanda sebagaimana yang selama ini mungkin dipahami sebagian masyarakat.
Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia karena pembentukan Kementerian Kebudayaan oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin mendorong penggalian dan pengenalan kembali warisan budaya di berbagai daerah, termasuk Maluku.
Benteng Victoria dan Lahirnya Kota Ambon
Festival tersebut juga dinilai memiliki momentum yang sangat istimewa karena bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon.
Wakil Gubernur menjelaskan, pada 7 September 1575, di lokasi tersebut berdiri benteng pertama yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Benteng Kota Laha. Peristiwa berdirinya benteng itu kemudian menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah lahirnya Kota Ambon.
Karena itu, Festival Benteng Victoria tidak hanya menjadi kegiatan kebudayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak generasi muda memahami sejarah dan merawat warisan budaya daerah.
Ia menilai tema “Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni” sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Maluku yang dikenal memiliki nilai pela gandong dan basudara.
“Maluku hanya bisa tetap harmonis kalau nilai basudara, nilai pela gandong terus dirawat dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut bukan sekadar ungkapan, melainkan merupakan cara hidup masyarakat Maluku yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Festival Benteng Victoria pun diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran sejarah, kebudayaan, persaudaraan, sekaligus mendorong masyarakat bersama-sama menjaga warisan budaya Maluku.
Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat menyambut Festival Benteng Victoria dengan semangat sekaligus menjadikan momentum HUT Kota Ambon sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah.











