AMBON,Malukubisa.Net-Sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Ambon mulai menerima bantuan pangan beras untuk alokasi Juli hingga September 2026. Total bantuan yang disalurkan mencapai 761,49 ton.
Penyaluran bantuan pangan tersebut diluncurkan Perum Bulog bersama Pemerintah Kota Ambon di halaman Gudang Bulog Galala, Kecamatan Sirimau, Rabu (12/8/2026). Peluncuran ditandai dengan pelepasan armada pengangkut bantuan menuju masyarakat penerima.
Kepala Bulog Maluku Rudy Senawi Tahir menjelaskan, setiap KPM mendapatkan 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing keluarga mencapai 30 kilogram.
“Untuk wilayah Kota Ambon, alokasi bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 diberikan kepada sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan,” kata Rudy.
Berbeda dengan penyaluran sebelumnya, bantuan kali ini diberikan dalam bentuk beras tanpa tambahan minyak goreng.
Rudy juga menyampaikan bahwa pengadaan gabah dan beras Bulog di wilayah Maluku dan Maluku Utara mengalami peningkatan signifikan. Hingga Juli 2026, pengadaan selama tujuh bulan tercatat meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bulog menargetkan pengadaan gabah dan beras hingga Desember 2026 dapat terus meningkat hingga mencapai 20 kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli.
Menurut Bodewin, pangan merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar sehingga ketersediaan dan keterjangkauannya perlu terus dijaga.
“Ini bukan semata-mata soal menyalurkan beras pada hari ini. Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud dan bentuk perhatian pemerintah, dalam hal ini negara, serta upaya nyata pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat dapat memenuhi paling tidak kebutuhan dasar mereka dengan baik,” ujarnya.
Bodewin juga meminta pemerintah desa, negeri, dan kelurahan ikut mengawasi proses penyaluran agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari kualitas beras, tetapi juga dari jumlah bantuan yang diterima masyarakat.
“Kita tidak hanya berbicara mengenai kualitas, tetapi juga kuantitas. Kualitas berarti memastikan mutu bantuan yang diberikan tetap baik, sementara kuantitas berarti memastikan jumlahnya mencukupi,” tegasnya.
Bodewin menjelaskan, penerima bantuan sosial ditetapkan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4. Data tersebut terus diperbarui dan didigitalisasi agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.
Ia mengingatkan agar bantuan tidak diberikan kepada masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu, sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru terlewatkan.
“Masyarakat yang menerima bantuan agar dapat memanfaatkan bantuan ini untuk kepentingan keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga di rumah,” pesannya.
Bodewin turut mengapresiasi kerja sama Bulog, Badan Pangan Nasional, Pemkot Ambon, TNI-Polri, Forkopimda, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi bantuan.
Penyaluran kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada 10 penerima manfaat.
Pemkot Ambon memastikan dukungan terhadap program bantuan pangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, daya beli masyarakat, serta stabilitas sosial dan ekonomi di Kota Ambon












