Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten Buru

Pemuda Adat Dukung Penataan Gunung Botak, Harap Kelola Tambang Berdampak bagi Masyarakat Buru

146
×

Pemuda Adat Dukung Penataan Gunung Botak, Harap Kelola Tambang Berdampak bagi Masyarakat Buru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BURU,Malukubisa.Net-Wakil Ketua Pemuda Adat Kabupaten Buru menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penataan kawasan bekas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak melalui kerja sama PT 3M bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Buru.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat adat dan masyarakat Kabupaten Buru setelah selama bertahun-tahun kawasan Gunung Botak dikenal sebagai lokasi aktivitas tambang ilegal yang belum tertata secara maksimal.

Example 300x600

Ia menjelaskan, proses penataan dilakukan sesuai regulasi pemerintah, di mana pengelolaan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) diawali melalui koperasi. Saat ini, empat koperasi produsen yang berafiliasi dengan PT 3M disebut telah melengkapi dokumen administrasi dan diverifikasi oleh pihak terkait.

“Penataan Gunung Botak harus dilakukan demi kepentingan masyarakat adat dan masyarakat Buru secara umum, agar aktivitas pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik dan terarah,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Ia juga menilai penertiban kawasan PETI oleh aparat TNI dan Polri atas arahan Pemerintah Provinsi Maluku menjadi langkah awal untuk menghadirkan tata kelola pertambangan yang lebih tertib dan legal.

Menurutnya, selama ini daerah kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat aktivitas perdagangan emas ilegal yang tidak memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat maupun pemerintah daerah.

Karena itu, dirinya mendukung upaya pemerintah dalam melegalkan dan menata aktivitas pertambangan rakyat di Gunung Botak agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

Wakil Ketua Pemuda Adat juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Buru terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kewenangan sektor pertambangan, kehutanan, dan kelautan agar pengelolaan sumber daya alam di daerah dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat lokal.

Selain itu, ia berharap perusahaan yang nantinya beroperasi di kawasan tersebut dapat melibatkan masyarakat adat setempat, khususnya generasi muda di wilayah adat Kayeli, dalam berbagai bidang pekerjaan.

“Kami berharap penataan Gunung Botak benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Buru, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendukung program pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, kawasan bekas PETI Gunung Botak dilaporkan masih dalam kondisi steril dan berada dalam pengamanan aparat TNI dari Yonif 733/Masariku Kodam XV/Pattimura.(D.S)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *