Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemkot Ambon
39
×

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,Malukubisa.net-Semangat ketahanan dan adaptasi mengemuka dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) II Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) KOSGORO 1957 Provinsi Maluku, Sabtu (24/4/2026). Mengusung tema “Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global”,

Acara ini menjadi momentum strategis bagi organisasi sayap Partai Golkar tersebut untuk menegaskan perannya sebagai garda terdepan ekonomi kerakyatan.

Example 300x600

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran elite politik dan tokoh masyarakat, termasuk Ketua Umum DPP KOSGORO 1957, Dr. Dafe A. Faksono; Sekjen DPP KOSGORO, Sabil Rahman, M.Si.; Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Wattubun; Wakil Ketua DPRD, John Lewerissa; Ketua Umum SOKSI Provinsi Maluku, Boy Sandjadi; serta Wakil Walikota Ambon yang juga menjabat Ketua PDK KOSGORO 1957 Maluku, Ibu Elly Toisutta.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP KOSGORO 1957, Dr. Dafe A. Faksono, menyoroti tantangan makroekonomi terkini, khususnya dampak kenaikan harga minyak dunia yang merambat ke berbagai sektor. Ia mengakui bahwa kondisi global ini memberikan tekanan signifikan, terutama mengingat banyak pengurus KOSGORO berasal dari kalangan dunia usaha.

“Kenaikan harga energi tentu berdampak pada seluruh sektor. Namun, situasi ini tidak membuat kader KOSGORO mundur selangkah pun. Justru, ini adalah ujian ketangguhan,” ujar Dafe.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara yang dipimpin oleh Alan Lapalelo atas persiapan matang Musda ini. Dafe menekankan bahwa Musda bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan ajang pencetak pemimpin baru yang mampu membawa KOSGORO melompat lebih besar dan relevan di tengah dinamika zaman.

Sementara itu, Ketua PDK KOSGORO 1957 Provinsi Maluku, Ibu Elly Toisutta, dalam sambutannya mengingatkan hadirin akan akar sejarah organisasi. Ia menjelaskan bahwa pembukaan Musda diawali dengan pembacaan sejarah perjalanan KOSGORO 1957, yang sejak awal telah menjadi bagian dari denyut nadi bangsa bersama SOKSI dan MKGR sebagai salah satu pilar pendiri Partai Golkar.

“Sejak awal kehadirannya, KOSGORO hadir sebagai kekuatan baru bangsa yang konsisten bekerja untuk kepentingan rakyat. Bukti nyatanya adalah pembentukan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan dari bawah,” tegas Elly.

Elly menekankan pentingnya kembali ke Tri Dharma KOSGORO 1957: Pengabdian, Kerakyatan, dan Solidaritas. Menurutnya, tiga kata kunci inilah yang akan menjadi kompas menuju kesejahteraan masyarakat Maluku seutuhnya.

Menanggapi tema Musda, Elly Toisutta menyatakan bahwa ketidakpastian global menuntut KOSGORO untuk bertransformasi. Organisasi ini tidak boleh stagnan, tetapi harus menjadi wadah penggemblengan kader yang solid, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Stabilitas adalah fondasi utama keberlanjutan pembangunan. Sebagai organisasi kemasyarakatan dengan sejarah panjang di Negeri Raja-Raja, KOSGORO 1957 memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperjuangkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa KOSGORO harus terus menjaga nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat, memastikan bahwa setiap langkah organisasi bermuara pada peningkatan kualitas hidup rakyat Maluku.

Dengan dibukanya Musda II ini, KOSGORO 1957 Provinsi Maluku optimis dapat melahirkan kepemimpinan kolektif yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dan terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *