Example floating
Example floating
Example 728x250
PemerintahanPemkot Ambon

Fokus Aksi, Bukan Saling Salahkan: Lisa Wattimena Perintahkan Data Stunting ‘By Name By Address’ di Ambon

49
×

Fokus Aksi, Bukan Saling Salahkan: Lisa Wattimena Perintahkan Data Stunting ‘By Name By Address’ di Ambon

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,Malukubisa.net-Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Ambon, Lisa Wattimena, menyerukan pergeseran paradigma dalam penanganan stunting. Dalam Rapat Evaluasi I TPPS Tahun 2026 pada Kamis (23/4/2026),

Ia menekankan bahwa energi seluruh pemangku kepentingan harus dialihkan dari budaya saling menyalahkan antar-instansi menuju kolaborasi nyata berbasis data yang akurat.

Example 300x600

Lisa mengingatkan bahwa tantangan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu dinas saja, seperti Dinas Kesehatan atau BKKBN. Sebaliknya, ini adalah pekerjaan rumah bersama yang memerlukan sinkronisasi lintas sektor.

“Mari kita kesampingkan ego sektoral. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita serius melakukan pencegahan dan intervensi terhadap akar penyebab stunting,” tegas Lisa di hadapan para peserta rapat.

Salah satu poin krusial yang disoroti Lisa adalah isu validitas data. Ia mengkritik adanya perbedaan data antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sering menghambat ketepatan sasaran program. Untuk itu, ia memerintahkan penerapan sistem data by name by address yang rigor.

“Masalah utama kita ada di data. Kita butuh kepastian. Data harus jelas, termasuk faktor penyebabnya, agar intervensi yang kita lakukan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih spesifik, Lisa memberikan instruksi teknis kepada kader Posyandu dan petugas kesehatan untuk memisahkan data berdasarkan domisili. Identitas orang tua, termasuk verifikasi melalui KTP, wajib dicatat untuk membedakan anak stunting warga Kota Ambon dengan pendatang.

“Kita tetap melayani semua anak dengan penuh kasih. Namun, untuk evaluasi kinerja kota, data harus valid. Anak yang bukan warga Ambon perlu dipisahkan datanya agar analisis kita akurat,” tambahnya

Meski mengakui penurunan angka stunting belum signifikan, Lisa memberikan apresiasi atas tren positif yang terjadi. Baginya, penurunan sekecil satu atau dua persen adalah indikator bahwa intervensi yang dilakukan mulai berjalan.

“Itu tanda bahwa upaya kita tidak sia-sia. Namun, kita harus terus mendorong agar grafik penurunan ini semakin curam,” ujarnya.

Untuk memastikan konsistensi tersebut, Lisa juga menuntut akuntabilitas hingga ke tingkat terbawah. Ia meminta setiap rapat evaluasi di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan didokumentasikan dengan baik sebagai bukti pertanggungjawaban kinerja.

“Kami butuh bukti nyata bahwa penanganan stunting dilakukan secara serius di lapangan, bukan hanya di atas kertas,” imbuhnya.

Sebagai Ketua TP PKK dan figur “Mama Parenting” Kota Ambon, Lisa menutup sambutannya dengan pesan moral yang mendalam. Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat beyond angka statistik, yaitu masa depan anak-anak Ambon.

“Ini adalah kerja besar kita bersama. Anak-anak ini adalah calon generasi emas Indonesia 2045. Mereka tidak akan tumbuh hebat tanpa dukungan kita hari ini. Mari bersinergi untuk mewujudkan Ambon yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama, memastikan setiap langkah penanganan stunting di Kota Ambon berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *